Ketua KPU Depok Melantik Enam Anggota PAW Badan Penyelenggara Ad-Hoc

kota-depok.kpu.go.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok Nana Shobarna melantik enam anggota Pengganti Antar Waktu (PAW) badan penyelenggara ad hoc. Mereka terdiri dari satu anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Cimanggis dan lima anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS).

Pelantikan berlangsung di Kantor KPU Kota Depok, Jalan Kartini No. 19, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (30/7/2020). Empat komisioner KPU Kota Depok, dan jajaran staf KPU Kota Depok hadir di pelantikan ini.

Kegiatan Pelantikan PAW PPK/PPS ini berdasarkan SK KPU Kota Depok Nomor : 152-156/HK.03.1-Kpt/KPU-Kot/VII/2020 tentang Perubahan Atas SK Penetapan dan Pengangkatan Anggota PPK/PPS pada Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2020.

Pelantikan PAW badan ad hoc ini dilaksanakan karena ada 6 (enam) orang yang terdiri dari 1 (satu) orang Anggota PPK dan 5 (lima) orang Anggota PPS mengundurkan diri beberapa waktu yang lalu.

Adapun mereka yang dilantik hari ini sebagai berikut:

  1. Martejo sebagai Anggota PPK Cimanggis
  2. Lucky Girinoto Lawalata sebagai Anggota PPS Kelurahan Mekarsari
  3. Nurdiansyah sebagai Anggota PPS Kelurahan Cisalak Pasar
  4. Hasanain Assagaf sebagai Anggota PPS Kelurahan Limo
  5. Syahfruni sebagai Anggota PPS Kelurahan Sukamaju
  6. Muhammad Aviz Fareza sebagai Anggota PPS Kelurahan Pancoran Mas.

Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna mengucapkan selamat kepada mereka yang telah dilantik. Dengan demikian, tuturnya, mereka sudah menjadi anggota keluarga besar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok.

Karena sudah menjadi bagian dari keluarga besar KPU Depok, mereka diharapkan dapat melaksanakan sumpah dan pakta integritas yang telah diucapkan saat pelantikan. Sebab, mereka pun sudah resmi menjadi penyelenggara salah satu even atau kegiatan negara.

“Jadi saudara sudah menjadi penyelenggara Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok tahun 2020,” ucap Nana dalam sambutannya.

Lebih lanjut Ketua KPU Kota Depok berpesan, pertama, mereka berkomunikasi, beradaptasi dengan rekan-rekan kerjanya di wilayah masing-masing. Baik PPK dan PPS, yang baru dilantik, berkoordinasi langsung dengan anggota dan Ketua PPK dan PPS masing-masing.

Mereka harus bekerja sama dan berkoordinasi agar soliditas langsung terbangun. Mereka wajib untuk segera bisa menyatu dalam PPK dan PPS di tempat meeka berdinas.

Kedua, sejak saat ini, mereka harus menjaga integritas dan berhati-hati. Karena sejak saat ini mereka sudah dibingkai oleh kode etik penyelenggara. Maka, mereka harus menjaga sikap, menjaga jari jemari saat bermedia sosial agar terhindar dari pelanggaran kode etik penyelenggara.

“Sejak saat ini, saudara kami pantau, dan kita semua dipantau oleh pihak luar apakah sudah betul atau belum kita menyelenggarakan pemilihan ini dengan berintegritas. Karenanya kedepankan untuk menunjukan integritas, independensi serta prinsip-prinsip kode etik yang lainnya. Ini saya ingatkan kepada saudara untuk bisa melaksanakannya,” kata Nana.

Ketiga, Ketua KPU Kota Depok berpesan bahwa saat ini tahapan Pilkada yang sedang dilaksanakan adalah pencocokan dan penelitian atau coklit oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP). Jadi mereka sudah langsung mulai bekerja.

“Sehingga, tidak ada waktu lagi untuk beradaptasi. Tapi sudah mulai langsung bekerja,” tandasnya.

Karenanya sambil melaksanakan pekerjaan, Nana minta mereka berkomunikasi dan mohon bimbingan kepada ketua dan anggota yang sudah aktif sejak awal supaya bisa melaksanakan tugas ini dengan baik. Mulai dari tahapan yang sekarang sampai nanti selesai.

“Jadi saya minta ini dilaksanakan,” ucapnya.

Selanjutnya, karena Pilkada dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, maka setiap waktu setiap saat lindungi diri kita dengan alat pelindung diri atau APD. Minimal masker. Mereka mau berfoto dalam melaksanakan tugas, kenakan masker. Mau monitoring juga kenakan masker.

“Jadi kita harus mengindahkan protokol kesehatan, sebab penerapannya telah menjadi satu objek pengawasan Bawaslu. Kalau kita tindak mengindahkan protokol kesehatan bisa dianggap melakukan pelanggaran. Tolong hindari pelanggaran,” tutur Nana.

Ketua KPU Kota Depok menargetkan bahwa Pilkada yang sedang dilaksanakan tahapannya harus zero sengketa. Tiap tahapan harus dilaksanakan dengan baik. Tidak boleh ada melanggar, tidak boleh ada muncul sengketa.

“Karenanya saya beharap kita disiplin melaksanakan protokol kesehatan, karena Pilkada tahun ini berbeda dengan Pilkada-pilkada sebelumnya. Kita melaksanakan pilkada di tengah kondisi pandemi Covid-19,” ucapnya.

Nana juga berharap sejak saat ini semua jajaran termasuk PPS, PPK setelah sholat mendoakan untuk kesuksesan Pilkada.

“Selipkan doa untuk sukses Pilkada. Ini sudah menjadi tradisi untuk selalu saya sampaikan dalam berbagai kesempatan. Karena prinsipnya doa itu kekuatan untuk kita semua,” ujarnya. (MC)