Untuk Hasilkan DPT Yang Valid Dan Akurat, KPU Depok Gelar Bimtek Kepada PPK Dan PPS

kota-depok.kpu.go.id-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menggelar bimbingan teknis (bimtek) kepada jajaran Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) terkait dengan kesiapan pelaksanaan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

Kegiatan ini berlangsung dua hari, Senin-Selasa (6-7/7/2020) di Hotel Santika, Kota Depok, Jawa Barat.

Ketua KPU Depok Nana Shobarna, yang membuka bimtek, mengatakan kegiatan ini adalah bagian dari kegiatan awal tahapan pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih (mutarlih) yang akan dilaksanakan PPK dan PPS beberapa waktu ke depan.

Sesuai dengan Peraturan KPU (PKPU) No. 5 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati dan/atau Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020, tahapan mutarlih akan diawali dengan kegiatan Pencocokan dan Penelitian (coklit) Serentak (15 Juli – 13 Agustus 2020), Penetapan Daftar Pemilih Sementara (5-14 September 2020) serta Penetapan Daftar Pemilih Tetap (9-16 Oktober 2020).

Pelaksanaan bimtek dilakukan selama dua hari dibagi menjadi dua gelombang dikarenakan KPU Kota Depok mengindahkan protokol kesehatan dan kebijakan Pemerintah Kota Depok yang masih memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional tahap II.

Rentang waktu penyusunan pemutakhiran data pemilih, sebagaimana diatur dalam PKPU tersebut, kata Nana, cukup panjang. “Sampai nanti kami menetapkan daftar pemilih tetap (DPT) di tingkat kota maksimal di tanggal 16 Oktober 2020, karenanya kami sangat berharap masyarakat kota Depok dapat menerima dengan baik Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang akan mendatangi rumahnya masing-masing, kami juga berharap masyarakat dapat berperan aktif untuk memastikan dirinya terdaftar sebagai pemilih dalam pilkada tahun ini,” ucapnya.

Bimtek yang dilaksanakan di awal tahapan mutarlih ini, ujarnya, ingin memberikan arahan dan petunjuk kepada jajaran PPK dan PPS agar melakukan kegiatan itu secara teliti dan cermat. Melakukan semua sesuai ketentuan, karena tujuan utama kita adalah untuk mewujudkan DPT yang valid dan akurat.

“Kemudian saya juga mengingatkan kepada PPK dan PPS agar betul-betul melakukan supervisi bimbingan kepada Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang kelak bertugas dapat melaksanakannya dengan baik. Mereka harus betul-betul dibimbing agar terwujud tujuan utama kita yakni DPT yang valid dan akurat tersebut,” tuturnya.

Sebagai informasi bahwa rekrutmen PPDP telah dilaksanakan oleh PPS. “Pada Senin tanggal 6 Juli kemarin adalah hari terakhir kami menerima usulan dari PPS untuk selanjutnya kami akan tetapkan. Mengingat tahapan mutarlih ini masih dalam kondisi pandemi covid-19 sebelum mereka melaksanakan tugas, PPDP terlebih dahulu akan dilakukan rapid test, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kemudian hari,” ujar Nana.

Setelah PPDP ditetapkan, tuturnya, mereka pada tanggal 15 Juli 2020 sudah mulai melakukan pencocokan dan penelitian (coklit). “Jadi sebelum PPDP ditetapkan, kami melakukan bimtek terlebih dahulu kepada PPK dan PPS supaya betul-betul dapat mengawal seluruh PPDP bekerja secara maksimal di wilayah masing-masing,” ucapnya.

Karena kegiatan mutarlih dalam Pilkada di masa pandemi Covid-19, Ketua KPU dan jajaran komisioner pun sudah mengingatkan kepada PPK dan PPS untuk betul-betul mengingatkan kepada PPDP agar menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti faceshield, masker, sarung tangan dalam bekerja. Kemudian agar menerapkan protokol kesehatan yakni menjaga jarak dan kebersihan yakni sering mencuci tangan atau menggunakan hand sanitizer.

“Kami pun terus mengingatkan seluruh jajaran PPK, PPS dan PPDP agar bekerja dengan mengedepankan integritas, menjaga netralitas, independensi, serta kode etik penyelenggara pemilu yang lainnya supaya semua dapat berjalan baik dan lancar,” kata Nana. (MC)