KPU KOTA DEPOK MELAKSANAKAN FOCUS GRUP DISCUSSION RAPAT EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SERTA WALI KOTA DAN WAKIL WALI KOTA DEPOK TAHUN 2024.

KPU Kota Depok menggelar Focus Group Discussion (FGD) Rapat Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2024. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor KPU Kota Depok yang berlokasi di Jl. Margonda No.379, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat, pada Kamis, 20 Februari 2024. FGD ini menjadi forum penting dalam rangka melakukan refleksi dan penilaian menyeluruh terhadap pelaksanaan tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2024, baik dari aspek teknis penyelenggaraan, partisipasi masyarakat, maupun efektivitas strategi sosialisasi dan pendidikan pemilih.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, yaitu Hedi Ardia selaku Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas SDM), serta dua narasumber lainnya, Titik Nurhayati dan Arif Susanto. Kehadiran para anggota KPU Provinsi Jawa Barat ini menjadi momentum penting bagi KPU Kota Depok untuk memperoleh masukan dan arahan strategis dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan pemilihan di tingkat daerah. Selain itu, forum ini juga dihadiri oleh Ketua dan Anggota KPU Kota Depok, Sekretaris, serta jajaran Subbag di lingkungan Sekretariat KPU Kota Depok, yang turut memberikan pandangan serta evaluasi terhadap pelaksanaan tahapan pemilihan sebelumnya.

Melalui FGD ini, KPU Kota Depok berupaya menggali berbagai pengalaman, tantangan, serta praktik baik (best practices) yang muncul selama proses penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Tahun 2024. Setiap divisi menyampaikan hasil evaluasi berdasarkan bidang kerja masing-masing, mulai dari perencanaan, data dan informasi, logistik, teknis penyelenggaraan, hingga partisipasi masyarakat. Pendekatan diskusi kelompok ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang berguna untuk peningkatan kualitas pelaksanaan pemilihan di masa mendatang, baik dari sisi regulasi, koordinasi antar-stakeholder, maupun pelaksanaan di lapangan.

Dalam paparannya, Hedi Ardia menekankan pentingnya evaluasi yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses. Menurutnya, setiap tahapan pemilihan harus menjadi pembelajaran berkelanjutan agar KPU sebagai lembaga penyelenggara dapat terus meningkatkan profesionalitas dan integritasnya. Sementara itu, Titik Nurhayati menyoroti pentingnya memperkuat pendidikan pemilih berbasis komunitas, terutama untuk menjangkau kelompok pemilih pemula dan masyarakat marginal. Arif Susanto menambahkan bahwa partisipasi masyarakat merupakan cerminan langsung dari kepercayaan publik terhadap lembaga penyelenggara pemilu, sehingga perlu dijaga melalui komunikasi publik yang transparan dan inklusif.

FGD ini juga menjadi wadah konsolidasi internal bagi KPU Kota Depok untuk memperkuat sinergi antarbagian dalam menghadapi tahapan pemilihan berikutnya. Melalui forum ini, setiap kendala dan hambatan yang dihadapi selama pelaksanaan Pemilihan Serentak Tahun 2024 diidentifikasi secara terbuka agar dapat disusun langkah tindak lanjut yang terukur dan solutif. KPU Kota Depok menegaskan komitmennya untuk terus menjaga prinsip akuntabilitas, profesionalitas, dan transparansi dalam setiap proses penyelenggaraan pemilu, sehingga ke depan, kualitas demokrasi di Kota Depok dapat semakin meningkat.

Kegiatan FGD ini menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar tahap administratif, melainkan bagian integral dari penguatan tata kelola penyelenggaraan pemilihan yang demokratis dan berintegritas. Melalui kolaborasi dan pembelajaran bersama antara KPU Kota Depok dan KPU Provinsi Jawa Barat, diharapkan hasil dari diskusi ini dapat menjadi pijakan untuk perbaikan sistem, mekanisme, dan strategi penyelenggaraan pemilu pada periode mendatang, demi mewujudkan pemilihan yang partisipatif, inklusif, dan berkualitas di Kota Depok.

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Dilihat 36 Kali.