KPU KOTA DEPOK IKUTI PARMAS INSIGHT CHAPTER #6: EVALUASI DAN STRATEGI SOSIALISASI YANG LEBIH EFEKTIF
Parmas Insight Chapter #6 kembali digelar dengan tema “Mengukur Efektivitas Sosialisasi: Indikator, Survei, dan Evaluasi Kegiatan”. Kegiatan yang diinisiasi oleh KPU Provinsi Jawa Barat ini diikuti oleh Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kota Depok beserta jajaran, baik secara langsung maupun daring, sebagai bagian dari upaya penguatan strategi sosialisasi di tingkat daerah. Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam memperkuat kapasitas KPU daerah dalam merancang program sosialisasi yang lebih berdampak dan terukur.
Dalam sesi pemaparan, Hedi Ardia, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, menekankan bahwa efektivitas sosialisasi tidak cukup hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau tingginya angka partisipasi semata, tetapi dari perubahan nyata yang terjadi pada pengetahuan, kesadaran, dan perilaku pemilih. "Sosialisasi yang ideal adalah yang mampu membuat masyarakat lebih paham, lebih percaya, dan merasa memiliki terhadap proses pemilu. Kita tidak hanya menghitung berapa banyak yang datang, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap pemahaman dan sikap mereka," ujar Hedi dalam pemaparannya.
Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber kunci, yakni Ikmal Maulana, Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Karawang, yang memaparkan materi tentang “Voter Turnout Hack (VTO)”, serta Fikri Audah NSY, Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Cianjur, yang berbagi pengalaman tentang “Mengukur Efektivitas Sosialisasi Pilkada Kabupaten Cianjur.” Berbagai praktik baik yang dipaparkan menjadi bahan belajar penting bagi KPU Kota Depok dalam merancang pendekatan sosialisasi yang lebih kreatif, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pemilih.
Ikmal, dalam pemaparannya, menyarankan bahwa Voter Turnout Hack (VTO) adalah salah satu cara untuk mendorong partisipasi pemilih dengan pendekatan yang lebih personal dan terfokus pada pemilih muda dan pemilih pemula. Sementara itu, Fikri menekankan pentingnya pemetaan dan evaluasi yang berkesinambungan untuk memahami dinamika sosial di daerah masing-masing agar sosialisasi lebih tepat sasaran.
Sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh kedua narasumber, KPU Kota Depok memaknai bahwa tugas utama Parmas bukan hanya menyebarkan informasi semata, tetapi juga untuk membentuk pemilih yang sadar, percaya, dan datang ke TPS dengan penuh kesadaran akan hak dan tanggung jawab mereka. “Sosialisasi harus menciptakan pemilih yang tidak hanya tahu, tetapi juga peduli dan terlibat secara langsung dalam proses pemilu,” ujar perwakilan KPU Kota Depok yang hadir dalam forum tersebut.
Melalui forum Parmas Insight ini, KPU Kota Depok memperkuat komitmennya untuk menghadirkan strategi sosialisasi yang lebih berdampak, terukur, dan kreatif untuk para pemilih di Kota Depok. "Kami terus berupaya untuk merancang sosialisasi yang bukan hanya efektif dalam meningkatkan partisipasi, tetapi juga berkelanjutan, agar pemilih kita semakin cerdas, berintegritas, dan peduli terhadap masa depan demokrasi Indonesia," tambah perwakilan KPU Kota Depok.