Berita Terkini

36

KPU KOTA DEPOK TINGKATKAN PEMAHAMAN APARATUR MELALUI KEGIATAN SHARING KNOWLEDGE PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL

KPU Kota Depok melaksanakan kegiatan Sharing Knowledge Pencegahan Kekerasan Seksual yang diikuti oleh seluruh jajaran sekretariat dan staf. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman aparatur mengenai pentingnya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan kerja, sekaligus membangun budaya organisasi yang aman, setara, dan berintegritas. Pada Jumat, 31 Oktober 2025, kegiatan ini berlangsung dengan sukses. Dalam kegiatan ini, peserta mendapatkan pemaparan mengenai bentuk-bentuk kekerasan seksual, mekanisme pencegahan dan penanganannya, serta peran penting setiap individu dalam menciptakan ruang kerja yang bebas dari diskriminasi dan kekerasan. Melalui forum ini, diharapkan seluruh aparatur memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga martabat dan etika profesional di lingkungan KPU Kota Depok. KPU Kota Depok berkomitmen untuk terus memperkuat nilai-nilai integritas, kepedulian, dan rasa saling menghormati di setiap lini kerja, sebagai bagian dari upaya mewujudkan lembaga yang bersih, humanis, dan berkeadilan.


Selengkapnya
28

KPU KOTA DEPOK IKUTI UJI KOMPETENSI PENATA KELOLA PEMILIHAN UMUM UNTUK PENINGKATAN PROFESIONALISME

Dalam rangka peningkatan kapasitas dan profesionalisme aparatur penyelenggara pemilu, KPU Kota Depok mengikuti kegiatan Uji Kompetensi Penata Kelola Pemilihan Umum yang diselenggarakan pada Kamis, 30 Oktober 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk mengukur dan memperkuat kompetensi teknis serta manajerial sumber daya manusia di lingkungan sekretariat KPU. Pelaksanaan uji kompetensi ini diharapkan dapat menghasilkan aparatur yang lebih kompeten, berintegritas, serta siap mendukung penyelenggaraan Pemilu yang profesional, transparan, dan berkeadilan. "Kami percaya bahwa peningkatan kapasitas aparatur melalui uji kompetensi ini akan memperkuat kualitas pelaksanaan pemilu yang bersih dan berkualitas," ujar salah satu perwakilan KPU Kota Depok. Melalui langkah-langkah konkret ini, KPU Kota Depok berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga mencerminkan integritas tinggi dalam setiap tahapan pemilu yang diselenggarakan.


Selengkapnya
38

KPU KOTA DEPOK GELAR SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BERKELANJUTAN DI SMPN 17 UNTUK TINGKATKAN LITERASI KEPEMILUAN

KPU Kota Depok melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di SMPN 17 Kota Depok pada Kamis, 30 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPU untuk memperkuat literasi kepemiluan di kalangan pelajar sekaligus membangun budaya demokrasi yang inklusif, cerdas, dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya membekali generasi muda dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pentingnya peran mereka dalam proses demokrasi. Dalam kesempatan tersebut, Dicky Hadi Wijaya, Anggota KPU Kota Depok, hadir sebagai narasumber dan menyampaikan materi terkait pentingnya hak pilih sebagai bentuk partisipasi aktif warga negara dalam menentukan arah masa depan bangsa. "Hak pilih adalah kekuatan yang dimiliki setiap individu dalam menentukan masa depan negara. Oleh karena itu, sangat penting bagi generasi muda untuk memahami dan memanfaatkan hak tersebut dengan bijak," ujar Dicky dalam pemaparannya. Selain itu, beliau menekankan bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat strategis sebagai agen perubahan yang dapat menggerakkan bangsa menuju keberlanjutan demokrasi yang lebih baik. Melalui metode penyampaian yang interaktif, para siswa tidak hanya diberikan teori mengenai demokrasi, tetapi juga diajak untuk memahami nilai-nilai dasar seperti kejujuran, integritas, menolak politik uang, melawan hoaks, dan menghargai perbedaan pilihan. "Sosialisasi ini bertujuan untuk mendorong siswa untuk berpikir kritis, berpartisipasi secara aktif dalam proses demokrasi, serta menjaga etika dalam berpolitik," tambah Dicky. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi kepemiluan, tetapi juga ruang dialog yang menumbuhkan sikap kritis, partisipatif, dan berintegritas di kalangan pelajar. KPU Kota Depok terus berkomitmen untuk memperkuat pendidikan pemilih di lingkungan sekolah sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan partisipasi politik yang berkualitas dan demokrasi yang berkeadilan. "Kami percaya bahwa pendidikan pemilih sejak dini sangat penting untuk menciptakan pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab dalam setiap pemilu," pungkas Dicky. Dengan pelaksanaan kegiatan ini, KPU Kota Depok berharap dapat membangun kesadaran yang lebih tinggi di kalangan generasi muda mengenai pentingnya partisipasi dalam demokrasi, serta memperkuat rasa tanggung jawab mereka sebagai calon pemilih yang berintegritas.


Selengkapnya
48

KPU KOTA DEPOK GENCARKAN SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BERKELANJUTAN DI SMPN 7 KOTA DEPOK

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok kembali melaksanakan program Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di SMPN 7 Kota Depok. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KPU untuk memperkenalkan pentingnya pemahaman mengenai hak pilih kepada para pelajar, dengan harapan membentuk generasi muda yang sadar dan bertanggung jawab dalam berdemokrasi. Dalam kegiatan yang berlangsung pada Rabu, 29 Oktober 2025, Anggota KPU Kota Depok, Dede Yusipa, bertindak sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, Dede menekankan bahwa hak pilih bukan hanya sebuah kewajiban, tetapi juga bentuk partisipasi aktif warga negara dalam menentukan masa depan bangsa. "Generasi muda memegang peran kunci sebagai agen perubahan. Mereka adalah pengambil keputusan yang akan mempengaruhi arah demokrasi di Indonesia," ujarnya. Mengusung pendekatan interaktif, acara ini tidak hanya membahas aspek formal pemilu, tetapi juga mengajak para siswa untuk memahami nilai-nilai dasar demokrasi, seperti kejujuran, integritas, serta pentingnya menanggulangi isu-isu seperti politik uang dan hoaks. Selain itu, sosialisasi ini mendorong siswa untuk menghargai perbedaan pilihan politik sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. "Sosialisasi ini lebih dari sekadar pendidikan. Kami ingin menciptakan ruang dialog di mana siswa dapat berpikir kritis, bertanya, dan memahami betapa pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dan berintegritas," tambah Dede. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KPU Kota Depok untuk membangun kesadaran politik yang kuat sejak dini di kalangan pelajar, sebagai bagian dari investasi jangka panjang untuk mewujudkan partisipasi politik yang berkualitas di masa depan.


Selengkapnya
46

KPU KOTA DEPOK GENCARKAN SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BERKELANJUTAN DI SMPN MUTIARA BANGSA DEPOKPASCA PEMILU & PILKADA TAHUN 2024

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok kembali melaksanakan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di SMP Mutiara Bangsa Depok pada Rabu, 29 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan langkah nyata KPU dalam menanamkan pemahaman kepemiluan sejak dini, sekaligus membangun budaya demokrasi yang inklusif, cerdas, dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda. Anggota KPU Kota Depok, Dede Yusipa, hadir sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut. Dalam pemaparannya, Dede menekankan bahwa hak pilih adalah bentuk partisipasi aktif warga negara dalam menentukan masa depan bangsa. "Generasi muda memegang peran kunci sebagai agen perubahan yang berintegritas. Mereka juga akan menjadi calon pemimpin yang mempengaruhi keberlanjutan demokrasi Indonesia," ujarnya. Kegiatan ini mengusung metode interaktif, di mana para siswa diajak untuk memahami nilai-nilai dasar demokrasi, seperti kejujuran, integritas, serta pentingnya menanggulangi politik uang dan hoaks. Siswa juga didorong untuk menghargai perbedaan pilihan sebagai bagian dari keberagaman dalam berdemokrasi. Kegiatan ini bukan hanya menjadi sarana edukasi kepemiluan, tetapi juga ruang dialog yang membentuk cara berpikir kritis dan sikap bertanggung jawab. "Melalui sosialisasi ini, kami berharap generasi muda siap menjadi pemilih yang cerdas, berintegritas, dan berkesadaran demokratis di masa depan," tambah Dede. KPU Kota Depok terus berkomitmen untuk memperkuat pendidikan pemilih di lingkungan sekolah, sebagai investasi jangka panjang untuk mewujudkan partisipasi politik yang berkualitas dan demokrasi yang inklusif dan berkeadilan.


Selengkapnya
45

KPU KOTA DEPOK MENGHADIRI "PARMAS INSIGHT" CHAPTER #4 DENGAN TEMA APATISME PUBLIK: MENYENTUH KELOMPOK GOLPUT KULTURAL

KPU Kota Depok berpartisipasi dalam acara Parmas Insight Chapter #4 yang mengangkat tema "Apatisme Publik: Menyentuh Kelompok Golput Kultural", yang diadakan secara daring pada Kamis, 29 Oktober 2025. Acara ini berfokus pada fenomena apatisme dalam partisipasi pemilih, khususnya di kalangan kelompok golput kultural, yang menjadi salah satu tantangan besar dalam peningkatan kualitas demokrasi di Indonesia. Dalam sesi pembukaan, Hedi Ardia, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, menjelaskan secara mendalam tentang golput kultural dan upaya yang dilakukan oleh KPU untuk mengatasi fenomena ini. "Golput kultural bukan hanya masalah ketidakpedulian, tetapi lebih kepada ketidaktahuan atau ketidakpercayaan terhadap proses pemilu itu sendiri," ungkap Hedi. Dalam diskusi tersebut, berbagai pihak yang terkait dalam pendidikan pemilih dan penguatan demokrasi turut berkumpul untuk mengidentifikasi penyebab apatisme publik dan mencari solusi guna meminimalisir angka golput dalam setiap pemilu. Beberapa narasumber juga turut berbagi pandangan mengenai cara mengatasi apatisme, seperti M. Ilham Ramadhan, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Subang, serta Munawaroh, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia KPU Kabupaten Indramayu. Para narasumber ini memberikan wawasan yang berharga mengenai langkah-langkah yang dapat diambil untuk meningkatkan partisipasi pemilih secara lebih efektif. Melalui diskusi ini, KPU Kota Depok semakin memperkuat komitmennya dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya partisipasi dalam pemilu. Diharapkan, upaya ini dapat mengurangi angka golput dan memperkuat demokrasi dengan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai hak pilih mereka.


Selengkapnya