Berita Terkini

436

PERSIAPAN COKLIT, KPU KOTA DEPOK GELAR RAKOR TERPADU

kota-depok.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menggelar rapat koordinasi terpadu Persiapan Pencocokan dan Penelitian (Coklit) pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2024 di The Green Peak Hotel, Kampung Leuwimalang, Desa Kopo,  Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, selama dua hari Rabu (19/6/2024) hingga Kamis (20/6/2024).  Rakor terpadu dibuka oleh Ketua KPU Kota Depok Willi Sumarlin, serta dihadiri Komisioner lainnya yakni David Hermawan, Dicky Hadi Wijaya, Achmad Firdaus dan Fikri Tamau, Sekretaris KPU Kota Depok Yodi Joko Bintoro, Camat dan Lurah Se- Kota Depok, PPK dan PPS Se- Kota Depok, para Kasubag dan jajaran KPU Kota Depok.  Adapun pemateri dalam kegiatan dari Rutan Kelas 1 Depok Brahmatiya Putra Sakti, Komite Independent Pemantau Pemilu Kaka Sumanta dan Pegiat Pemilu Nana Shobarna.  Ketua KPU Kota Depok Willi Sumarlin dalam sambutanya menyampaikan mulai tanggal 13 sampai hari ini Rabu (19/6/2024) KPU Kota Depok telah melaksanakan rekrutmen Pantarlih sebanyak 5.538 Pantarlih yang nantinya akan bertugas untuk melakukan pencocokan dan penelitian di kurang lebih 2.748 TPS se Kota Depok. "Memang Masih ada yang kurang, mudah-mudahan pada hari ini dapat dilengkapi semuanya sehingga nanti akan bertugas mulai tanggal 25 Juni-25 Juli 2024, selama satu bulan akan melakukan pencocokan dan penelitian," kata Willi.  Willi mengatakan ini ada pekerjaan rumah dari Provinsi DKI Jakarta, dimana Provinsi DKI Jakarta telah menghapus sebanyak 24 ribu NIK atau tidak lagi tinggal di DKI Jakarta. Sebagian besar mungkin ada yang tinggal di Depok, Bekasi, Bogor, Tangerang Selatan. dari 24 ribu ini yang sudah melapor ke Disdukcapil Kota Depok  baru 11 ribu warga Depok yang setelah dilakukan penghapusan NIK di DKI Jakarta, masih ada sisa kurang lebih 13 ribu. "Ini menjadi tantangan untuk Pantarlih memastikan bahwa warga Depok yang tadinya warga DKI Jakarta atau DKJ warga Daerah Khusus Jakarta yang sudah mengurus pindah memilih dipastikan untuk dapat menggunakan hak pilihnya pada 27 November 2024 nanti," jelas Willi.  Willi menambahkan  bagi yang mengurus mohon maaf belum bisa difasilitasi untuk menggunakan hak pilih, karena ini untuk pemilihan wali kota dan wakil wali kota Depok. Sehingga mereka harus mempunyai identitas kependudukan warga Depok," tutur Willi.  Willi menjelaskan nanti dilakukan proses Coklit selama satu bulan. Oleh karena itu KPU Kota Depok akan menerbitkan juga Surat Edaran kepada camat dan lurah untuk ditembuskan pada RT/RW bahwa selama satu bulan akan dilakukan proses Coklit. Memang kendala-kendala yang disampaikan oleh Pantarlih diantaranya tidak cukup hanya menggunakan atribut saja, entah nanti rompi dan sebagainya dan tanda pengenal. Tetapi juga harus pemberitahuan dari lingkungan bahwa ini benar petugas dari KPU yang akan melakukan proses Coklit untuk pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta pemilihan wali kota dan wakil wali kota Depok Tahun 2024. "Mudah-mudahan dengan data pemilih yang akurat itu dapat menjadi salah satu pemicu untuk meningkatkan tingkat partisipasi pemilih pada pemilu wali kota dan wakil wali kota Depok Tahun 2024," ujar Willi.


Selengkapnya
475

KPU KOTA DEPOK MONITORING PEREKRUTAN PANTARLIH DI KECAMATAN SUKMAJAYA DAN CILODONG

kota-depok.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok melakukan monitoring pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) untuk pemilihan kepala daerah tahun 2024 di Kecamatan Sukmajaya dan Cilodong pada hari Selasa (18/6/2024). "Salah satu yang kami tekankan terkait pentingnya melaksanakan perekrutan Pantarlih sesuai dengan regulasi yang berlaku dalam perekrutan untuk Pilkada 2024. Ini demi memastikan bahwa seluruh proses pemilihan nanti berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan," kata anggota KPU Kota Depok Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM, Achmad Firdaus.  Achmad Firdaus mengatakan dengan adanya kegiatan monitoring ini, KPU Kota Depok berharap agar seluruh tahapan pemilihan, termasuk rekrutmen Pantarlih, dapat berjalan dengan transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku. "Kami ingin mendapatkan kepercayaan dari masyarakat terhadap proses demokrasi yang sedang berlangsung," ujar Firdaus. Firdaus juga mengingatkan seluruh pihak terkait, termasuk PPK dan PPS, untuk bersama-sama menjaga integritas dan kredibilitas proses pemilihan. "Dengan kerjasama yang baik, diharapkan Pilkada 2024 dapat berlangsung dengan lancar dan adil, sehingga hasilnya dapat dipercaya oleh seluruh masyarakat Kota Depok," pungkasnya.


Selengkapnya
425

KPU KOTA DEPOK GELAR BIMTEK PENGOPERASIAN APLIKASI SIDALIH BAGI OPERATOR PPK

kota-depok.kpu.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, menggelar bimbingan teknis pengoperasian sistem informasi data pemilih (Sidalih) bagi operator Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kota Depok selama dua hari Jumat (14/6/2024) hingga Sabtu (15/6/2024).  Bimtek pemutakhiran data pemilih dan pengoperasian aplikasi sistem informasi data pemilih untuk pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali kota dan Wakil Wali kota Tahun 2024. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Santika, dibuka oleh Ketua KPU Kota Depok Willi Sumarlin, serta dihadiri Komisioner lainnya yakni David Hermawan, Dicky Hadi Wijaya, Achmad Firdaus dan Fikri Tamau. Adapun pemateri dalam kegiatan ini adalah Dinas Dukcapil Kota Depok, Bawaslu Kota Depok dan Lembaga Pemantau Pemilu Rahlia.  Dalam Bimtek itu, KPU Kota Depok menyampaikan terkait pengoperasian aplikasi Sidalih. Yang mana melalui aplikasi tersebut akan dilakukan pemuktahiran data pemilih jelang dilaksanakannya Pilkada tahun 2024. Ketua KPU Kota Depok Willi Sumarlin mengatakan, melalui pemuktahiran data pemilih. Seluruh masyarakat yang memiliki hak suara bisa terdata sehingga bisa ikut berpartisipasi dalam Pilkada 2024.  Selain itu, dengan pemuktahiran data juga bisa menjaring setiap warga yang sudah tidak lagi memiliki hak suara. Sehingga tercipta data pemilih yang akurat dan akuntabel. "KPU Kota Depok segera menggelar tahapan pemutakhiran data pemilih. Pemutakhiran data pemilih,  dilakukan berdasar Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4)" "KPU Kota Depok sedang merekrut Pantarlih, mulai tanggal 13 hingga 24 Juni. setelah menerima DP4," kata Willi. Selanjutnya, sambung Willi pada 26 Juni hingga 27 Juli 2024, dilakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) dalam pemutakhiran data pemilih. "Pada saat Coklit, juga akan disisir warga yang administrasi kependudukannya bermasalan," jelas Willi.


Selengkapnya
438

KPU KOTA DEPOK BUKA REKRUTMEN PANTARLIH PILKADA 2024, BUTUH 5358 ORANG

kota-depok.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok membuka pendaftaran perekrutan petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih) untuk Pilkada 2024 mulai hari Kamis (13/6/2024). Jumlah total pantarlih yang dibutuhkan mencapai 5358 orang. Sesuai jadwal, pengumuman pendaftaran calon pantarlih dijadwalkan pada 13-17 Juni 2024. Penerimaan pendaftaran dibuka pada 13-19 Juni 2024, dilanjutkan tahapan penelitian administrasi calon pantarlih pada 14-20 Juni 2024 serta pengumuman hasil seleksi calon pantarlih pada 21-23 Juni 2024. Tahapan selanjutnya yakni penetapan hasil seleksi pantarlih pada 23 Juni 2024 dan pelantikan pada 24 Juni 2024.  Anggota KPU Kota Depok Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat dan SDM Achmad Firdaus, mengatakan jumlah pantarlih yang dibutuhkan masing-masing kelurahan berbeda. Jumlah Pantarlih menyesuaikan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) serta jumlah calon pemilih per TPS.  “Jika dalam satu TPS jumlah pemilih sampai 400 orang, butuh satu pantarlih. Sementara jika dalam satu TPS jumlah pemilih antara 401-600 orang, maka ada dua pantarlih,” kata Firdaus.  Firdaus menjelaskan terkait masa kerja, pantarlih akan bekerja selama sebulan mulai 24 Juni hingga 25 Juli 2024.  Firdaus menuturkan secara umum tugas pantarlih yakni membantu KPU Kota, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) dalam menyusun daftar pemilih dan pemutakhiran data pemilih. Sementara tugas secara teknis di antaranya melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dan memberikan tanda bukti kepada pemilih dengan mendatangi langsung ke rumah calon pemilih. Hal itu dibuktikan dengan penempelan stiker coklit di setiap rumah pemilih. “Tugas teknis lainnya menyampaikan hasil pencocokan dan penelitian kepada KPU secara berkala dan berjenjang melalui PPS dan PPK. Kemudian melaksanakan tugas lain yang diberikan oleh KPU, sesuai peraturan seperti sosialisasi terkait Pilkada,” kata Firdaus.


Selengkapnya
417

SUKSESKAN PILKADA 2024, SEKRETARIAT PPS SE KOTA DEPOK TEKEN PAKTA INTEGRITAS

kota-depok.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok menggelar Penetapan dan Penandatanganan Pakta Integritas serta rapat kerja Sekretariat Panitia Pemungutan Suara (PPS) untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, serta Pemilihan Wali kota dan Wakil Wali Kota Depok tahun 2024. Adapun, penetapan sekaligus penandatanganan pakta integritas Sekretariat PPS ini berlangsung di Hotel Bumi Wiyata, Beji Kota Depok pada hari Rabu (12/6/2024). Penetapan dan penandatanganan pakta integritas ini diikuti 189 sekretariat dan staf sekretariat PPS di 63 kelurahan yang ada di Kota Depok. Angoota sekretariat PPS terdiri dari aparatur sipil negara yang diberikan penugasan melalui SK wali kota.  Sekretaris KPU Kota Depok Yodi Joko Bintoro mengatakan anggota sekretariat PPS  bertugas selama delapan bulan dan ditunjuk langsung melalui surat keterangan (SK) dari Wali Kota Depok, Mohammad Idris. "Anggota sekretariat PPS akan membantu urusan tata usaha PPS di tiap kelurahan, mulai dari persiapan dan fasilitasi rapat," kata Yodi.  Yodi menjelaskan mereka memiliki tugas membantu administrasi pembiayaan, penanggung jawab keuangan, dan menyiapkan bukti kas pembiayaan Pilkada nanti. “Rekening penampung kan mereka (sekretariat PPS) yang buat, bukan PPS, makanya harus segera, kalau enggak ada rekening penampung duit mau disalurkan ke mana,” ucap Yodi.  Yodi menambahkan sebelum bertugas, anggota sekretariat PPS telah menandatangani pakta integritas untuk bersikap profesional. “Intinya sama, sebagai penyelenggara Pemilu termasuk PPS tidak boleh partisipan, tidak boleh eksklusif, dan harus memperlakukan semuanya sama,”  ujar Yodi.


Selengkapnya
464

BAND GIGI MERIAHKAN PELUNCURAN PILKADA KOTA DEPOK, KPU JABAR AJAK MASYARAKAT BERPARTISIPASI AKTIF

kota-depok.kpu.go.id- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok secara resmi meluncurkan Jingle dan Maskot Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok yang dilaksanakan di kawasan ruko Verbena Jalan Boulevard Grand Depok City (GDC) Tirta Jaya, Sukmajaya, Kota Depok pada hari Sabtu (8/6/2024) malam.  Hadir pada kesempatan itu, Ketua Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Abdullah Sapi'i, Sekretaris KPU Kota Depok Jodi Joko Bintoro, Wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, Dandim 0508 Letnan Kolonel Inf Imam Widhiarto, Kapolres Metro Depok Kombes Pol Arya Perdana, Seluruh Anggota KPU Kota Depok, Bawaslu Kota Depok Andriansyah, Kejaksaan Negeri Depok Alfa Dera, Camat dan Lurah Se- Kota Depok.  Peluncuran tersebut dimeriahkan penampilan grup band Gigi, serta grup band lokal Mix dan Match Seremonial itu juga sekaligus meluncurkan jinggle bertajuk 'Suara Kita Untuk Depok Tercinta' dan maskot bernama Depok Riang (Deri) dan Pilkada Gembira (Dara). Anggota KPU Provinsi Jawa Barat Abdullah Sapi'i menyampaikan terima kasih atas nama pimpinan KPU Jawa Barat bahwa KPU Kota Depok sudah sukses menyelenggarakan pemilu 2024 lalu.  "Partisipasinya cukup tinggi 82 persen. Mari kita dorong bersama kita dukung bersama pelaksanaan Pilkada di wilayah kota Depok ini. Sehingga partisipasinya itu minimum diatas yang kita harapkan yakni di 82 persen," kata Abdullah. Sementara itu Ketua KPU Kota Depok Willi  Sumarlin berharap partisipasi pemilihan wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Depok bisa tinggi.  "Partisipasi Pemilu 2024 mencapai 82 persen modal kita meningkatkan partisipasi pelaksanaan wali kota dan wakil wali kota Depok. Ini menjadi pekerjaan rumah Partisipasi bisa kita tingkatkan," kata Willi.  Terkait maskot Pilkada Depok juga telah resmi diluncurkan dengan mengambil identitas kota tersebut yaitu buah belimbing.  "Maskot ada dua mengambil identitas Kota Depok yaitu buah belimbing dengan nama Deri dan Dara," ucap Willi.  Willi menambahkan di pemilihan wali kota dan wakil wali kota ini KPU Depok juga memberikan tagline yaitu 'Depok Menyala'.  "Arti 'Depok Menyala' memilih, nyaman dan langsung di Pilkada harus menghadirkan keceriaan dan kegembiraan," jelas Willi.


Selengkapnya