Berita Terkini

35

KPU KOTA DEPOK BANGUN KESADARAN DEMOKRASI DI SEKOLAH LEWAT EDUKASI PEMILIH DI SMPN 25 KOTA DEPOK

Komisi Pemilihan Umum Kota Depok melaksanakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di SMPN 25 Kota Depok pada Selasa, 11 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KPU untuk membangun generasi muda yang memahami pentingnya partisipasi politik, berpikir kritis, serta memiliki tanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi. Willi Sumarlin, Ketua KPU Kota Depok, turut hadir dan membawakan materi sosialisasi dengan pendekatan yang interaktif dan inspiratif. Dalam penyampaiannya, Willi menekankan bahwa demokrasi bukan sekadar sistem pemilihan, melainkan nilai yang hidup dalam keseharian—mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. "Demokrasi adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Melalui pemilu, kita mengajarkan bagaimana berpartisipasi dalam mengambil keputusan yang memengaruhi masa depan bangsa. Lebih dari itu, demokrasi mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan bekerjasama demi kepentingan bersama," ujar Willi. Melalui pengalaman nyata dalam penyelenggaraan pemilu, Willi mengajak para pelajar untuk melihat demokrasi sebagai bagian penting dari karakter bangsa. "Setiap suara yang diberikan dalam pemilu adalah bagian dari identitas kita sebagai warga negara yang bertanggung jawab terhadap masa depan negara," lanjutnya. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui sesi tanya jawab dan diskusi mengenai peran generasi muda dalam menjaga demokrasi yang sehat. Mereka berbagi pandangan tentang bagaimana demokrasi dapat dijaga dengan cara berpartisipasi aktif dan menjunjung tinggi prinsip keadilan serta integritas dalam setiap pilihan yang diambil. "Melalui kegiatan ini, kami menjadi lebih paham tentang pentingnya berpartisipasi dalam pemilu dan bagaimana cara kita bisa berkontribusi dalam membangun bangsa," kata salah satu siswa yang mengikuti sesi tersebut. Melalui kegiatan ini, KPU Kota Depok menegaskan tekadnya untuk terus mendekatkan pendidikan demokrasi ke dunia pelajar, agar tumbuh generasi yang sadar politik, berintegritas, serta siap menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. "Kami berharap kegiatan ini dapat terus mendorong generasi muda untuk memiliki kesadaran politik yang tinggi dan siap berperan aktif dalam mewujudkan demokrasi yang lebih baik di Indonesia," pungkas Willi.


Selengkapnya
39

KPU KOTA DEPOK SELENGGARAKAN SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BERKELANJUTAN DI SMPN 22 KOTA DEPOK

KPU Kota Depok menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di SMPN 22 Kota Depok pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkesinambungan KPU dalam meningkatkan pemahaman kepemiluan di kalangan pelajar sekaligus memperkuat budaya demokrasi sejak dini. Melalui sosialisasi ini, KPU Kota Depok berupaya membentuk karakter generasi muda yang cerdas, beretika, serta memiliki kesadaran politik yang sehat, sehingga mereka dapat berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi. Hadir sebagai narasumber, Achmad Firdaus, Anggota KPU Kota Depok, bersama Bahrurrojji, Anggota PPK Sukmajaya Pemilu 2024. Dalam penyampaiannya, keduanya menekankan pentingnya hak pilih sebagai instrumen partisipasi publik dalam menentukan arah kebijakan dan masa depan bangsa. "Hak pilih adalah hak setiap warga negara, dan merupakan salah satu cara kita untuk menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami arti pentingnya hak ini," ujar Achmad Firdaus. Keduanya juga menyampaikan bahwa pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu menjaga nilai-nilai demokrasi dan menjadi kekuatan moral dalam kehidupan bermasyarakat. "Pemilih muda adalah harapan bangsa. Mereka harus memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi tentang berperan aktif dalam membangun masa depan bangsa," tambah Bahrurrojji. Kegiatan ini berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para siswa. Para narasumber mengajak siswa untuk memahami prinsip-prinsip dasar demokrasi, seperti kejujuran, integritas, penolakan terhadap politik uang, serta kemampuan menyikapi informasi secara kritis. "Kami ingin para siswa tidak hanya tahu tentang proses pemilu, tetapi juga memahami nilai-nilai yang harus dijunjung dalam setiap proses tersebut, seperti menghargai perbedaan dan menjaga kejujuran," ungkap Achmad Firdaus. Antusiasme siswa terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan dan pendapat yang disampaikan, menunjukkan minat yang tinggi terhadap isu kepemiluan dan peran pemilih pemula dalam proses demokrasi. "Ini memberikan kami wawasan baru tentang pentingnya memilih dengan bijak. Kami jadi lebih paham tentang peran kami dalam menjaga demokrasi," ungkap salah satu siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Melalui rangkaian kegiatan ini, KPU Kota Depok kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di lingkungan pendidikan sebagai upaya jangka panjang dalam memperkuat pendidikan pemilih. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang memiliki kesadaran berdemokrasi yang baik, menjunjung nilai-nilai etika politik, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang berintegritas dan berkeadilan. "Kami berharap kegiatan ini bisa memberi dampak positif dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda, yang nantinya akan berperan sebagai pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab," tutup Willi Sumarlin, Ketua KPU Kota Depok.


Selengkapnya
40

KPU KOTA DEPOK PERKUAT LITERASI DEMOKRASI DI KALANGAN PELAJAR MELALUI SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BERKELANJUTAN DI SMPK PENABUR KOTA DEPOK

KPU Kota Depok kembali memperkuat literasi demokrasi di kalangan pelajar melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di SMPK Penabur Kota Depok pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian edukasi pasca Pemilu dan Pilkada 2024 yang bertujuan memastikan pemilih pemula memahami kepemiluan secara komprehensif, inklusif, dan sesuai prinsip demokrasi yang berintegritas. Pada kesempatan tersebut, Achmad Firdaus, Anggota KPU Kota Depok, hadir sebagai narasumber dan memberikan penjelasan tentang pentingnya hak pilih. Dalam pemaparannya, Firdaus menekankan bahwa hak pilih bukan hanya kewajiban, tetapi juga instrumen penting bagi warga negara dalam menentukan arah kebijakan publik dan masa depan bangsa. "Pemilu bukan hanya sekadar prosedur administratif, tetapi kesempatan bagi kita semua untuk menentukan arah negara. Hak pilih adalah sarana kita untuk berpartisipasi aktif dalam demokrasi," ujar Firdaus. Firdaus juga menegaskan peran strategis generasi muda sebagai aktor utama yang kelak menentukan kualitas demokrasi di Indonesia. "Kalian sebagai pemilih muda memegang peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi kita. Melalui pemilu yang jujur, adil, dan transparan, kita bisa memastikan Indonesia tetap pada jalur yang tepat untuk kemajuan bangsa," tambahnya. Selama kegiatan, siswa SMPK Penabur Kota Depok diajak mengenal lebih dalam tentang proses pemilu dan pilkada, serta memahami nilai-nilai dasar demokrasi seperti integritas, anti-politik uang, dan kemampuan memilah informasi di tengah maraknya hoaks. "Di era informasi yang begitu cepat, sangat penting bagi kita untuk dapat menyaring informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Firdaus. Seluruh rangkaian kegiatan disampaikan melalui metode interaktif yang menggabungkan diskusi, tanya jawab, dan simulasi sederhana. Metode ini bertujuan untuk mendorong para siswa aktif berpendapat, kritis, dan berani mengajukan pertanyaan. "Kami ingin siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memahami dan menganalisisnya dengan cara yang aktif," tambahnya. Suasana yang terbangun dalam kegiatan ini menciptakan pengalaman belajar yang dinamis dan lebih dekat dengan kehidupan pelajar, serta memfasilitasi siswa untuk berpikir kritis mengenai dunia kepemiluan. Melalui program edukasi kepemiluan berkelanjutan ini, KPU Kota Depok menegaskan komitmennya untuk terus hadir di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam membentuk pemilih muda yang cerdas, berintegritas, dan sadar akan perannya dalam menjaga kualitas demokrasi, baik di tingkat lokal maupun nasional. "Kami percaya bahwa pemilih yang cerdas dan sadar akan tanggung jawab demokratisnya akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas dan berkeadilan," pungkas Firdaus.


Selengkapnya
61

KPU KOTA DEPOK TANAMKAN PEMAHAMAN KEPEMILUAN DAN BUDAYA DEMOKRASI DI SMP MUHAMMADIYAH 19 KOTA DEPOK

KPU Kota Depok melaksanakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di SMP Muhammadiyah 19 Kota Depok pada Selasa, 11 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkesinambungan KPU dalam menumbuhkan kesadaran politik sejak dini, sekaligus membentuk karakter generasi muda yang cerdas, beretika, dan memiliki tanggung jawab sebagai warga negara. Kegiatan ini menghadirkan Willi Sumarlin, Ketua KPU Kota Depok, bersama Luli Barlini, Ketua Bawaslu Kota Depok periode 2018–2023, yang berbagi pandangan inspiratif mengenai makna partisipasi dalam demokrasi. Keduanya menegaskan bahwa hak pilih bukan sekadar kewajiban formal, tetapi merupakan sarana penting untuk menentukan arah kebijakan dan masa depan bangsa. "Pemilu adalah salah satu cara bagi rakyat untuk menentukan arah negara. Hak pilih bukan hanya tentang memilih, tetapi tentang mengemban tanggung jawab sebagai bagian dari demokrasi yang sehat," ujar Willi. Luli menambahkan, "Generasi muda memiliki posisi penting sebagai kekuatan moral dan agen perubahan dalam menjaga kemurnian nilai-nilai demokrasi di Indonesia." Dengan menggunakan metode penyampaian yang komunikatif dan menyenangkan, para narasumber mengajak siswa untuk memahami prinsip dasar demokrasi, seperti kejujuran, integritas, menolak politik uang, serta pentingnya berpikir kritis terhadap informasi yang menyesatkan. "Melalui pendidikan seperti ini, kami berharap siswa-siswa ini dapat lebih paham mengenai peran mereka dalam demokrasi dan bagaimana memilih dengan bijak ketika waktunya tiba," ungkap Luli. Interaksi yang terjalin menunjukkan tingginya antusiasme peserta, di mana para pelajar berani bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pandangan mereka dengan terbuka. Para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan teori, tetapi juga diberikan ruang untuk mengembangkan cara berpikir kritis mengenai demokrasi dan pemilu. "Ini sangat menarik. Saya jadi lebih memahami bagaimana pemilu itu bekerja dan apa peran kita sebagai pemilih yang baik," ujar salah seorang siswa. Melalui kegiatan ini, KPU Kota Depok menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam pendidikan demokrasi di lingkungan sekolah. Inisiatif ini menjadi langkah strategis untuk menyiapkan generasi penerus yang memiliki kesadaran politik yang sehat, menjunjung etika berdemokrasi, serta siap berkontribusi aktif dalam mewujudkan kehidupan berbangsa yang berdaulat dan berkeadilan. "Kami percaya, dengan menanamkan nilai-nilai ini sejak dini, kita dapat menciptakan pemilih yang cerdas, jujur, dan bertanggung jawab untuk masa depan bangsa," tutup Willi.


Selengkapnya
98

KPU KOTA DEPOK HADIRI KEGIATAN PENDIDIKAN PEMILIH BERKELANJUTAN MELALUI PAGELARAN WAYANG GOLEK DI SMA NEGERI 1 SOREANG

KPU Kota Depok turut menghadiri kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan melalui Pagelaran Wayang Golek dengan tema “Ngajaga Budaya, Ngamumule Demokrasi, Ngawujudkeun Jabar Istimewa”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh KPU Provinsi Jawa Barat pada Selasa, 11 November 2025, bertempat di SMA Negeri 1 Soreang, Kabupaten Bandung. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk menggabungkan pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai demokrasi, menjadikannya sebuah sinergi yang menyatukan dua aspek penting dalam kehidupan berbangsa. Pagelaran wayang golek ini menjadi wujud nyata sinergi antara pelestarian budaya dan penguatan nilai-nilai demokrasi. Melalui media seni tradisional, pesan-pesan kepemiluan disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan menarik bagi masyarakat, khususnya generasi muda. "Wayang golek sebagai bagian dari budaya lokal dapat menjadi sarana yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan demokrasi, yang mengedukasi dan menginspirasi masyarakat, terutama para pelajar, untuk menjadi pemilih yang cerdas," ungkap salah satu perwakilan KPU Kota Depok yang hadir di acara tersebut. Selain memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya pemilu yang jujur dan adil, kegiatan ini juga menunjukkan bahwa budaya lokal dapat menjadi alat yang sangat efektif untuk membangun kesadaran politik dan partisipasi pemilih yang aktif dan bertanggung jawab. "Melalui acara ini, kami berharap generasi muda dapat lebih memahami nilai-nilai demokrasi sambil tetap menghargai dan melestarikan warisan budaya kita," tambahnya. Kehadiran KPU Kota Depok dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan terhadap upaya KPU Provinsi Jawa Barat dalam memperluas jangkauan pendidikan pemilih yang kreatif dan inklusif. Selain memperkuat pemahaman masyarakat tentang pentingnya demokrasi, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar penyelenggara pemilu di berbagai daerah, yang mempererat hubungan dan kerjasama dalam menciptakan pemilu yang lebih baik dan lebih berintegritas. Melalui kegiatan seperti ini, KPU Kota Depok berharap nilai-nilai budaya dapat terus dijaga seiring dengan tumbuhnya semangat demokrasi yang berintegritas. Seni dan demokrasi berjalan beriringan untuk membangun masyarakat yang sadar, kritis, dan berpartisipasi aktif demi terwujudnya Jawa Barat yang istimewa dan berkeadaban demokratis. "Ini adalah contoh bagus bagaimana kita dapat memperkenalkan demokrasi dengan cara yang menyenangkan, tetapi tetap sarat dengan makna dan tujuan yang mendalam," tutup perwakilan KPU Kota Depok.


Selengkapnya
36

KPU KOTA DEPOK SAMBUT AUDIENSI MAHASISWA UNIVERSITAS INDONESIA UNTUK KOLABORASI PENGUATAN PENDIDIKAN PEMILIH

KPU Kota Depok menyambut audiensi dari mahasiswa Universitas Indonesia pada Selasa, 11 November 2025, yang bertempat di Ruang Rapat KPU Kota Depok. Kunjungan ini didampingi langsung oleh Ketua KPU Kota Depok, Willi Sumarlin, serta Kasubbag Keuangan, Muhammad Nuh Ismanu, yang memaparkan peran kelembagaan KPU, prinsip kemandirian penyelenggara, serta nilai-nilai pelayanan publik yang menjadi dasar dalam penyelenggaraan pemilu. Sesi dialog berlangsung dengan hangat dan interaktif, di mana mahasiswa UI berkesempatan untuk membahas berbagai isu terkait kepemiluan, termasuk tahapan penyelenggaraan pemilu, strategi peningkatan partisipasi pemilih pemula, literasi anti-hoaks, dan layanan inklusif bagi kelompok rentan. "Penting bagi kita untuk memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat, termasuk pemilih pemula dan kelompok rentan, memiliki akses yang sama terhadap informasi dan proses pemilu yang transparan dan akuntabel," ujar Willi dalam sambutannya. Selain itu, mahasiswa juga mengulas praktik keterbukaan data, kanal pengaduan, dan standar layanan yang harus diterapkan oleh penyelenggara pemilu sebagai bentuk akuntabilitas. "Akuntabilitas dalam setiap tahapan pemilu sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap integritas proses pemilu," tambah Muhammad Nuh Ismanu. Pertemuan ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kampus dan KPU dalam penguatan ekosistem pendidikan pemilih. "Kolaborasi ini sangat penting, baik dalam riset kebijakan, kampanye literasi, maupun proyek pengembangan konten pembelajaran. Kami ingin memastikan bahwa pendidikan pemilih dapat dijalankan secara berkelanjutan dan melibatkan berbagai pihak, termasuk mahasiswa sebagai agen perubahan di masyarakat," ujar Willi. Mahasiswa UI menunjukkan antusiasme tinggi dalam memberikan masukan dan ide-ide kreatif untuk meningkatkan partisipasi pemilih muda serta menciptakan layanan kepemiluan yang lebih adaptif dan ramah. KPU Kota Depok mengapresiasi semangat kritis dan partisipatif mahasiswa UI. "Kami percaya bahwa demokrasi tumbuh kuat ketika pengetahuan, partisipasi, dan integritas berjalan beriringan. Dengan kolaborasi ini, kita dapat memperkuat ekosistem demokrasi yang lebih inklusif dan bermartabat," pungkas Willi. KPU Kota Depok berharap, melalui kolaborasi yang terus terjalin antara dunia akademis dan penyelenggara pemilu, layanan kepemiluan di masa depan dapat menjadi lebih transparan, adaptif, dan dapat dipercaya oleh seluruh masyarakat.


Selengkapnya