Berita Terkini

88

KPU KOTA DEPOK IKUTI PARMAS INSIGHT CHAPTER #6: EVALUASI DAN STRATEGI SOSIALISASI YANG LEBIH EFEKTIF

Parmas Insight Chapter #6 kembali digelar dengan tema “Mengukur Efektivitas Sosialisasi: Indikator, Survei, dan Evaluasi Kegiatan”. Kegiatan yang diinisiasi oleh KPU Provinsi Jawa Barat ini diikuti oleh Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kota Depok beserta jajaran, baik secara langsung maupun daring, sebagai bagian dari upaya penguatan strategi sosialisasi di tingkat daerah. Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam memperkuat kapasitas KPU daerah dalam merancang program sosialisasi yang lebih berdampak dan terukur. Dalam sesi pemaparan, Hedi Ardia, Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat, menekankan bahwa efektivitas sosialisasi tidak cukup hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau tingginya angka partisipasi semata, tetapi dari perubahan nyata yang terjadi pada pengetahuan, kesadaran, dan perilaku pemilih. "Sosialisasi yang ideal adalah yang mampu membuat masyarakat lebih paham, lebih percaya, dan merasa memiliki terhadap proses pemilu. Kita tidak hanya menghitung berapa banyak yang datang, tetapi seberapa besar dampaknya terhadap pemahaman dan sikap mereka," ujar Hedi dalam pemaparannya. Kegiatan ini juga menghadirkan dua narasumber kunci, yakni Ikmal Maulana, Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Karawang, yang memaparkan materi tentang “Voter Turnout Hack (VTO)”, serta Fikri Audah NSY, Ketua Divisi Sosdiklih, Parmas, dan SDM KPU Kabupaten Cianjur, yang berbagi pengalaman tentang “Mengukur Efektivitas Sosialisasi Pilkada Kabupaten Cianjur.” Berbagai praktik baik yang dipaparkan menjadi bahan belajar penting bagi KPU Kota Depok dalam merancang pendekatan sosialisasi yang lebih kreatif, terukur, dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas pemilih. Ikmal, dalam pemaparannya, menyarankan bahwa Voter Turnout Hack (VTO) adalah salah satu cara untuk mendorong partisipasi pemilih dengan pendekatan yang lebih personal dan terfokus pada pemilih muda dan pemilih pemula. Sementara itu, Fikri menekankan pentingnya pemetaan dan evaluasi yang berkesinambungan untuk memahami dinamika sosial di daerah masing-masing agar sosialisasi lebih tepat sasaran. Sejalan dengan pesan yang disampaikan oleh kedua narasumber, KPU Kota Depok memaknai bahwa tugas utama Parmas bukan hanya menyebarkan informasi semata, tetapi juga untuk membentuk pemilih yang sadar, percaya, dan datang ke TPS dengan penuh kesadaran akan hak dan tanggung jawab mereka. “Sosialisasi harus menciptakan pemilih yang tidak hanya tahu, tetapi juga peduli dan terlibat secara langsung dalam proses pemilu,” ujar perwakilan KPU Kota Depok yang hadir dalam forum tersebut. Melalui forum Parmas Insight ini, KPU Kota Depok memperkuat komitmennya untuk menghadirkan strategi sosialisasi yang lebih berdampak, terukur, dan kreatif untuk para pemilih di Kota Depok. "Kami terus berupaya untuk merancang sosialisasi yang bukan hanya efektif dalam meningkatkan partisipasi, tetapi juga berkelanjutan, agar pemilih kita semakin cerdas, berintegritas, dan peduli terhadap masa depan demokrasi Indonesia," tambah perwakilan KPU Kota Depok.


Selengkapnya
55

KPU KOTA DEPOK LAKSANAKAN COKLIT TERBATAS UNTUK PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH BERKELANJUTAN DI KELURAHAN CILANGKAP

KPU Kota Depok melaksanakan kegiatan Coklit terbatas dalam rangka Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) Tahun 2025 di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos, pada Kamis, 13 November 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya KPU Kota Depok untuk memastikan data pemilih tetap akurat, mutakhir, dan inklusif menjelang tahapan kepemiluan berikutnya. Pemutakhiran data pemilih yang tepat sangat penting untuk mendukung kelancaran dan keabsahan proses pemilu yang akan datang. Dalam pelaksanaan Coklit terbatas ini, petugas melakukan pemadanan dan verifikasi langsung ke rumah-rumah warga, termasuk memastikan kesesuaian elemen data pemilih seperti nama, alamat, NIK, dan status kependudukan. Proses ini menjadi salah satu langkah penting dalam memastikan setiap warga yang berhak tetap tercatat dengan benar dalam daftar pemilih. Salah satu fokus kegiatan hari ini adalah pelaksanaan Coklit terbatas (Coktas) kepada dua pemilih lanjut usia, yaitu Ibu Misah dan Ibu Sami, sebagai bentuk perhatian KPU Kota Depok agar pemilih lansia tetap tercatat dan terfasilitasi hak pilihnya. Momen kunjungan ke rumah Ibu Misah dan Ibu Sami, yang masing-masing berusia di atas 100 tahun, menjadi catatan penting bahwa pemutakhiran data pemilih tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mengandung nilai penghormatan kepada seluruh warga negara tanpa memandang usia. "Kegiatan ini bukan hanya tentang memastikan data pemilih yang benar, tetapi juga memberikan penghormatan kepada para pemilih, terutama yang sudah berusia lanjut, untuk memastikan hak pilih mereka tetap tercatat dan difasilitasi dengan baik," ungkap Willi Sumarlin, Ketua KPU Kota Depok. Kehadiran Ibu Misah dan Ibu Sami sebagai pemilih aktif menunjukkan bahwa komitmen partisipasi dalam pemilu dapat terus terjaga sepanjang hayat, selama negara hadir untuk memudahkan dan memfasilitasi hak pilih. "Pemilih lansia, meski sudah berusia lanjut, tetap memiliki hak untuk memilih dan berpartisipasi dalam demokrasi. Kami ingin memastikan mereka tidak terlewatkan dalam proses pemutakhiran data pemilih," tambah Willi. Turut hadir dalam kegiatan ini adalah Komisioner dan Sekretariat KPU Kota Depok, serta jajaran Bawaslu yang bersama-sama memantau jalannya Coklit terbatas sebagai bagian dari penguatan akuntabilitas dan transparansi penyelenggaraan pemutakhiran data pemilih. "Pengawasan yang baik dalam kegiatan ini memastikan bahwa data yang kita kumpulkan dapat dipertanggungjawabkan dan akurat," kata salah satu perwakilan Bawaslu yang hadir. Melalui kegiatan ini, KPU Kota Depok menegaskan komitmennya untuk menghadirkan daftar pemilih yang valid, inklusif, dan berkeadilan. Dengan pemutakhiran data yang baik, diharapkan semua warga negara yang berhak dapat menggunakan hak pilihnya dengan mudah, tanpa terkendala masalah administratif. "Ini adalah bagian dari upaya berkelanjutan kami untuk memastikan semua warga negara yang berhak memilih dapat terdata dengan benar dan dapat berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi," pungkas Willi.


Selengkapnya
54

KPU KOTA DEPOK GENCARKAN SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BERKELANJUTAN DI SMPN 24 KOTA DEPOK

Komisi Pemilihan Umum Kota Depok kembali melaksanakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan pasca Pemilu dan Pilkada Tahun 2024 di SMP Negeri 24 Kota Depok. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 13 November 2025 ini menjadi bagian dari komitmen KPU Kota Depok untuk terus menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda agar mereka memahami pentingnya peran aktif sebagai warga negara dalam proses demokrasi. Pada kegiatan tersebut, Dafid Hermawan, Anggota KPU Kota Depok, hadir sebagai narasumber dan memberikan pemaparan menarik seputar tahapan penyelenggaraan pemilu, pentingnya partisipasi pemilih pemula, serta peran pelajar dalam menjaga nilai integritas demokrasi. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan mudah dipahami, Dafid mengajak para siswa untuk menjadi generasi yang kritis, rasional, dan tidak mudah terpengaruh oleh disinformasi politik. "Generasi muda adalah tulang punggung masa depan demokrasi kita. Oleh karena itu, pemilih muda harus memiliki kesadaran kritis dalam memilih, memahami isu politik secara objektif, dan tidak mudah terpengaruh oleh berita palsu atau hoaks," ungkap Dafid Hermawan dalam sesi tersebut. Dalam paparannya, Dafid menyoroti pentingnya peran pemilih pemula sebagai generasi penerus dalam menjaga keberlangsungan demokrasi di Indonesia. "Satu suara yang diberikan dalam pemilu memiliki kekuatan besar dalam menentukan arah kebijakan dan masa depan bangsa. Setiap warga negara, termasuk pelajar yang kelak akan menjadi pemilih baru, harus memahami tanggung jawab besar tersebut sejak dini," lanjutnya. Ia juga menekankan bahwa partisipasi generasi muda dalam pemilu tidak hanya sekadar datang ke TPS, tetapi juga mencerminkan kesadaran kritis untuk memilih dengan rasional, berintegritas, dan berlandaskan nilai kebangsaan. Melalui kegiatan ini, KPU Kota Depok berharap agar para siswa dapat mulai mengenali informasi politik secara objektif, tidak mudah terpengaruh oleh hoaks, serta memahami makna hak pilih sebagai bentuk kontribusi nyata terhadap kemajuan negara. "Pemilih yang cerdas akan memberikan dampak positif terhadap masa depan bangsa," tambah Dafid. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi yang terjadi selama kegiatan berlangsung, menunjukkan bahwa generasi muda sangat tertarik dan peduli dengan isu-isu demokrasi dan pemilu. KPU Kota Depok berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan kesadaran politik yang sehat di kalangan pelajar, mempersiapkan mereka untuk menjadi pemilih yang bertanggung jawab, dan kelak berkontribusi dalam menjaga integritas demokrasi Indonesia.


Selengkapnya
53

KPU KOTA DEPOK BANGUN KESADARAN DEMOKRASI DI SEKOLAH LEWAT EDUKASI PEMILIH DI SMPN 25 KOTA DEPOK

Komisi Pemilihan Umum Kota Depok melaksanakan kegiatan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di SMPN 25 Kota Depok pada Selasa, 11 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KPU untuk membangun generasi muda yang memahami pentingnya partisipasi politik, berpikir kritis, serta memiliki tanggung jawab dalam kehidupan berdemokrasi. Willi Sumarlin, Ketua KPU Kota Depok, turut hadir dan membawakan materi sosialisasi dengan pendekatan yang interaktif dan inspiratif. Dalam penyampaiannya, Willi menekankan bahwa demokrasi bukan sekadar sistem pemilihan, melainkan nilai yang hidup dalam keseharian—mengajarkan kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. "Demokrasi adalah bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Melalui pemilu, kita mengajarkan bagaimana berpartisipasi dalam mengambil keputusan yang memengaruhi masa depan bangsa. Lebih dari itu, demokrasi mengajarkan kita untuk menghargai perbedaan dan bekerjasama demi kepentingan bersama," ujar Willi. Melalui pengalaman nyata dalam penyelenggaraan pemilu, Willi mengajak para pelajar untuk melihat demokrasi sebagai bagian penting dari karakter bangsa. "Setiap suara yang diberikan dalam pemilu adalah bagian dari identitas kita sebagai warga negara yang bertanggung jawab terhadap masa depan negara," lanjutnya. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh semangat. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi melalui sesi tanya jawab dan diskusi mengenai peran generasi muda dalam menjaga demokrasi yang sehat. Mereka berbagi pandangan tentang bagaimana demokrasi dapat dijaga dengan cara berpartisipasi aktif dan menjunjung tinggi prinsip keadilan serta integritas dalam setiap pilihan yang diambil. "Melalui kegiatan ini, kami menjadi lebih paham tentang pentingnya berpartisipasi dalam pemilu dan bagaimana cara kita bisa berkontribusi dalam membangun bangsa," kata salah satu siswa yang mengikuti sesi tersebut. Melalui kegiatan ini, KPU Kota Depok menegaskan tekadnya untuk terus mendekatkan pendidikan demokrasi ke dunia pelajar, agar tumbuh generasi yang sadar politik, berintegritas, serta siap menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. "Kami berharap kegiatan ini dapat terus mendorong generasi muda untuk memiliki kesadaran politik yang tinggi dan siap berperan aktif dalam mewujudkan demokrasi yang lebih baik di Indonesia," pungkas Willi.


Selengkapnya
52

KPU KOTA DEPOK SELENGGARAKAN SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BERKELANJUTAN DI SMPN 22 KOTA DEPOK

KPU Kota Depok menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di SMPN 22 Kota Depok pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program berkesinambungan KPU dalam meningkatkan pemahaman kepemiluan di kalangan pelajar sekaligus memperkuat budaya demokrasi sejak dini. Melalui sosialisasi ini, KPU Kota Depok berupaya membentuk karakter generasi muda yang cerdas, beretika, serta memiliki kesadaran politik yang sehat, sehingga mereka dapat berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi. Hadir sebagai narasumber, Achmad Firdaus, Anggota KPU Kota Depok, bersama Bahrurrojji, Anggota PPK Sukmajaya Pemilu 2024. Dalam penyampaiannya, keduanya menekankan pentingnya hak pilih sebagai instrumen partisipasi publik dalam menentukan arah kebijakan dan masa depan bangsa. "Hak pilih adalah hak setiap warga negara, dan merupakan salah satu cara kita untuk menentukan masa depan bangsa. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk memahami arti pentingnya hak ini," ujar Achmad Firdaus. Keduanya juga menyampaikan bahwa pelajar memiliki peran strategis sebagai agen perubahan yang diharapkan mampu menjaga nilai-nilai demokrasi dan menjadi kekuatan moral dalam kehidupan bermasyarakat. "Pemilih muda adalah harapan bangsa. Mereka harus memahami bahwa demokrasi bukan hanya tentang memilih, tetapi tentang berperan aktif dalam membangun masa depan bangsa," tambah Bahrurrojji. Kegiatan ini berlangsung interaktif, dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para siswa. Para narasumber mengajak siswa untuk memahami prinsip-prinsip dasar demokrasi, seperti kejujuran, integritas, penolakan terhadap politik uang, serta kemampuan menyikapi informasi secara kritis. "Kami ingin para siswa tidak hanya tahu tentang proses pemilu, tetapi juga memahami nilai-nilai yang harus dijunjung dalam setiap proses tersebut, seperti menghargai perbedaan dan menjaga kejujuran," ungkap Achmad Firdaus. Antusiasme siswa terlihat jelas dari banyaknya pertanyaan dan pendapat yang disampaikan, menunjukkan minat yang tinggi terhadap isu kepemiluan dan peran pemilih pemula dalam proses demokrasi. "Ini memberikan kami wawasan baru tentang pentingnya memilih dengan bijak. Kami jadi lebih paham tentang peran kami dalam menjaga demokrasi," ungkap salah satu siswa yang mengikuti kegiatan tersebut. Melalui rangkaian kegiatan ini, KPU Kota Depok kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di lingkungan pendidikan sebagai upaya jangka panjang dalam memperkuat pendidikan pemilih. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang memiliki kesadaran berdemokrasi yang baik, menjunjung nilai-nilai etika politik, serta siap berkontribusi dalam mewujudkan demokrasi yang berintegritas dan berkeadilan. "Kami berharap kegiatan ini bisa memberi dampak positif dalam menumbuhkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda, yang nantinya akan berperan sebagai pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab," tutup Willi Sumarlin, Ketua KPU Kota Depok.


Selengkapnya
56

KPU KOTA DEPOK PERKUAT LITERASI DEMOKRASI DI KALANGAN PELAJAR MELALUI SOSIALISASI PENDIDIKAN PEMILIH BERKELANJUTAN DI SMPK PENABUR KOTA DEPOK

KPU Kota Depok kembali memperkuat literasi demokrasi di kalangan pelajar melalui kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih Berkelanjutan di SMPK Penabur Kota Depok pada Rabu, 12 November 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian edukasi pasca Pemilu dan Pilkada 2024 yang bertujuan memastikan pemilih pemula memahami kepemiluan secara komprehensif, inklusif, dan sesuai prinsip demokrasi yang berintegritas. Pada kesempatan tersebut, Achmad Firdaus, Anggota KPU Kota Depok, hadir sebagai narasumber dan memberikan penjelasan tentang pentingnya hak pilih. Dalam pemaparannya, Firdaus menekankan bahwa hak pilih bukan hanya kewajiban, tetapi juga instrumen penting bagi warga negara dalam menentukan arah kebijakan publik dan masa depan bangsa. "Pemilu bukan hanya sekadar prosedur administratif, tetapi kesempatan bagi kita semua untuk menentukan arah negara. Hak pilih adalah sarana kita untuk berpartisipasi aktif dalam demokrasi," ujar Firdaus. Firdaus juga menegaskan peran strategis generasi muda sebagai aktor utama yang kelak menentukan kualitas demokrasi di Indonesia. "Kalian sebagai pemilih muda memegang peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi kita. Melalui pemilu yang jujur, adil, dan transparan, kita bisa memastikan Indonesia tetap pada jalur yang tepat untuk kemajuan bangsa," tambahnya. Selama kegiatan, siswa SMPK Penabur Kota Depok diajak mengenal lebih dalam tentang proses pemilu dan pilkada, serta memahami nilai-nilai dasar demokrasi seperti integritas, anti-politik uang, dan kemampuan memilah informasi di tengah maraknya hoaks. "Di era informasi yang begitu cepat, sangat penting bagi kita untuk dapat menyaring informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," ujar Firdaus. Seluruh rangkaian kegiatan disampaikan melalui metode interaktif yang menggabungkan diskusi, tanya jawab, dan simulasi sederhana. Metode ini bertujuan untuk mendorong para siswa aktif berpendapat, kritis, dan berani mengajukan pertanyaan. "Kami ingin siswa tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memahami dan menganalisisnya dengan cara yang aktif," tambahnya. Suasana yang terbangun dalam kegiatan ini menciptakan pengalaman belajar yang dinamis dan lebih dekat dengan kehidupan pelajar, serta memfasilitasi siswa untuk berpikir kritis mengenai dunia kepemiluan. Melalui program edukasi kepemiluan berkelanjutan ini, KPU Kota Depok menegaskan komitmennya untuk terus hadir di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam membentuk pemilih muda yang cerdas, berintegritas, dan sadar akan perannya dalam menjaga kualitas demokrasi, baik di tingkat lokal maupun nasional. "Kami percaya bahwa pemilih yang cerdas dan sadar akan tanggung jawab demokratisnya akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan pemilu yang berkualitas dan berkeadilan," pungkas Firdaus.


Selengkapnya